Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan
anakpertaminaku
Pada Jum'at, 18 November 2016 (08:08) via anakpertaminaku.blognae.com

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan bahkan sangat baik BBM dari perusahaan yang satu ini - Mungkin Anda tahu berita kelangkaan bahan bakar minyak kendaraan (BBM) cair, padat dan gas di sejumlah SPBU PERTAMINA? Memang kelangkaan bahan bakar minyak untuk kendaraan bermotor seperti mobil, kereta api dan pesawat bisa mengakibatkan berhentinya kehidupan perekonomian. Namun Sebelum kelangkaan BBM perlu dilakukan langkah-langkah utama yang harus dilakukan pertamina sebagai solusi terbaik mengatasi kelangkaan minyak agar tidak meresahkan masyarakat terutama sekali para pengguna kendaraan bermotor seperti tukang gojek, supir angkot dan supir Bus.? Atas dasar itulah perlu sekali Anda tahu ulasan terlengkap, paling cermat dan paling akurat solusi terbaik mengatasi kelangkaan BBM dari PERTAMINA selengkapnya:

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Yang Paling Terbaik Saat ini

Pertama Perlu Anda tahu jika Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kualitas premium dari PT PERTAMINA (BUMN) ini di sebabkan karena meningkatnya kendaraan umum seperti motor maupun mobil. Tidak hanya kendaraan umum saja namun  ditambah lagi kendaraan pribadi yang dimiliki oleh para pejabat seperti bupati, gubernur, anggota dpr dan anggota mpr. Sehingga tentu saja berdampak pada kelangkaan minyak (BBM) di karenakan tingginya penggunaan minyak yang biasa di gunakan kendaraan yaitu bensin dan solar.

Dan Hal ini semakin membuat warga resah karena dengan kelangkaan dari bahan bakar minyak cair dan gas menyebabkan naiknya harga BBM juga harga barang-barangpun akan naik tajam. Oleh karena itu Para warga sangat menyayangkan hal ini, terlebih dengan warga yang berprofesi sebagai tukang ojek, supir taksi sampai supir angkot. Untuk itu Jika Kelangkaan BBM masih terus berkelangsungan tidak segera dicarikan solusinya oleh PERTAMINA maka warga akan kewalahan dengan naiknya harga BBM, terutama bagi warga yang kurang mampu.

Pertamina

Lebih jauh lagi Di Indonesia, energi migas berkualitas masih menjadi andalan utama perekonomian Indonesia, baik sebagai penghasil devisa maupun pemasok kebutuhan energi dalam negeri. Sehingga Pembangunan prasarana dan industri yang sedang giat-giatnya dilakukan di Indonesia, membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir. Sebab Peningkatan yang sangat tinggi, melebihi rata-rata kebutuhan energi global, maka mengharuskan Indonesia untuk segera menemukan cadangan migas baru, baik di Indonesia maupun ekspansi ke luar negeri. Walaupun Cadangan terbukti minyak bumi dalam kondisi depleting, sebaliknya gas bumi cenderung meningkat. Akan tetapi Perkembangan produksi minyak Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, sehingga perlu upaya luar biasa untuk menemukan cadangan-cadangan baru dan peningkatan produksi. 

Karena itu konsumsi minyak bumi (BBM) di dalam negeri kini sudah melebihi kapasitas produksi. Akibatnya adalah Dalam beberapa tahun belakangan ini penyediaan BBM dalam negeri tidak dapat seluruhnya dipenuhi oleh kilang minyak domestik, hampir 20%-30% kebutuhan minyak bumi dalam negeri sudah harus diimpor dari luar negeri. Memang Kebutuhan impor minyak bumi ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun kebutuhan minyak yang terus meningkat dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri yang diharapkan semakin membaik ditahun-tahun mendatang.

Akhirnya Perlu Anda tahu bahwa Pertamina mengambil minyak bumi dari dalam tanah dan berasal dari fosil hewan dan tumbuhan, jika di ambil secara terus-menerus lama-kelamaan minyak akan habis. Jika hal ini terus-menerus berlangsung akan menyebabkan kerugian terutama transportasi di indonesia dan dapat pula menipisnya persediaan minyak. Hal ini dapat di tangani dengan beberapa 'solusi' dari Pertamina untuk menciptakan minyak berkualitas dan aman lingkungan yaitu :

Berita Logo Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi BBM Berkualitas dan Ramah Lingkungan Sangat Diperlukan:

1. Satu Harga BBM

Pertama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga BBM tak berbeda antara Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur. Untuk itu perlu solusi dari Pertamina mengatasi BBM berkualitas ini. Oleh karena itu maka Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) pun kemudian menginisiasi program energi berkualitas untuk mengatasi kelangkaan BBM. Dalam program ini, harga BBM Berkualitas dan aman bagi bumi tidak ada perbedaan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu inilah Pertamina Solusi energi Bermutu dan aman bagi alam:

2. Tingkatkan Mutu BBM

Setelah satu harga BBM, adanya program peningkatan mutu minyak untuk kendaraan yang Berkualitas dan aman Lingkungan ini harus memberikan pengaruh kepada laba Pertamina. Pasalnya, perusahaan BUMN tersebut harus memberikan subsidi untuk mendistribusikan BBM ke daerah timur. Infrastruktur yang masih minim menjadi alasan mengapa biaya distribusi di Indonesia bagian timur menjadi mahal. 

3. Program Distribusi BBM

Terakhir, Pertamina Solusi bensin bermutu dan aman Lingkungan Untuk mewujudkan program tersebut, Pertamina mengeluarkan dana Rp 800 miliar per tahun. Dana tersebut untuk menutupi biaya distribusi BBM ke wilayah terluar.

‎"Dengan dana itu Pertamina tidak akan rugi. Mungkin cost yang keluar untuk meng-cover itu Rp 800 miliar dalam satu tahun," kata Jonan, saat menghadiri DBS Asia Conference 2016, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Kesimpulan untuk ulasan ini Pertamina pasti solusi energi bermutu yang paling ramah terhadap alam lingkungan. Oleh sebab itu janganlah Anda ragu juga janganlah Anda bimbang karena Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Menurut Jonan, besaran uang yang dikeluarkan untuk menutupi biaya distribusi tersebut memiliki porsi yang sangat kecil jika dibandingkan dengan laba Pertamina. Dalam hitungan Jonan, nilai angka tersebut hanya 2 persen dari laba Pertamina sebelum pajak. "Ini kalau size Pertamina tidak signifikan ini dua persen dari laba sebelum pajak," ucap Jonan.

Please Login For Comment